Selamat datang

cerita anak desa

Thursday, May 17, 2012

Kisah Anak Desa II


    Emm..,.cerita sebelumnya sampai saat si R diberikan pendidikan di MI. Si R rajin sekali dalam belajar, di pagi hari si R pergi ke SD dan siangnya si R pergi ke MI dan malam harinya dia belajar di rumah. Si R di sekolah juga menjalankan kewajibanya untuk belajar dengan baik, meskipun si R juga suka bermain dengan teman-temanya. Tetapi Si R selalu ingat akan kewajibanya untuk belajar, sehingga si R jarang sekali tidak masuk sekolah, bahkan hampir tidak pernah, kalau tidak sakit parah si R tidak akan bolos. Sekalipun di ajak keluarga bepergian kadang si R juga memilih masuk sekolah, dan si R juga sering berpetualang untuk mencari sarang burung dengan teman-temanya, meskipun di waktu sepadat itu, si R bisa membagi waktu. Masa seperti itu berjalan terus menerus selama 3 tahun, sampai akhirnya si R di kelas 3 dan teman-teman akrabnya ada yang naik ke kelas 4 dan ada juga yang keluar, sehingga dia berteman dengan teman-teman yang lain. Karena si R merupakan seorang anak yang pemalu, jadi terkadang dia di suruh kasana kemari. Tapi si R juga merupakan anak yang sabar, jadi dia jalanin itu semua dengan enjoy, tapi terkadang saat dia benar-benar capek, dia mengeluh dalam hati. meskipun begitu si R tidak pernah mengeluh atau ingin mengaduh, dia memang seseorang yang tabah. 

    Dan dari sisi lain orang tua si R ingin memberikan pendidikan agama yang lebih kepada si R, sehingga si R disuruh untuk ngaji ke musholah. Awalnya dia sangat takut untuk berangkat sendiri, bahkn setiap hari dia menangis, meskipun itu diantarkan oleh ayahnya dia tetap tidak berani, sampai beberapa hari ayahnya selalu menemaninya dan menunggu di tempat si R mengaji.Akhirnya si R dapat teman di tempat ngajinya dan mulai tidak takut, sehingga ayahnya mulai mengantar dan menjemput. Sampai beberapa hari kemudian akhirnya si R mulai terbiasa untuk belajar mengaji di tempat itu. Dan akhirnya dia mulai berani berangkat sendiri, dan dia masih tetap semangat seperti di SD atau MI. Dia selalu belajar dengan sungguh-sungguh. Dan aktivitas harian si R muali bertambah, mulai hari itu pada pagi hari si R ke SD, siang ke MI, malam ke TPQ, setelah pulang dari TPQ si R langsung belajar tanpa disuruh oleh orang tuanya, setelah itu si R baru tidur. Hal itu dilakukan si R setiap hari, kecuali hari minggu karena SD libur pada hari itu, kemudian jum'at, karena MI libur pada hari itu, dan kamis malam jum'at karena TPQ libur di setiap malam itu. Dengan aktivitas yang begitu padat si R tidak pernah mengeluh capek atau apapun, si R menjalani hari-harinya dengan penuh semangat, padahal waktu yang luang hanya sekitar kisaran dua jam di siang hari, karena jarak waktu antara SD dan MI sekitar satu jam, MI dan TPQ juga sekitar satu jam. Bahkan disaat-saat itu si R jarang menggunakanya untuk istirahat, si R justru lebih sering menggunakan waktu itu untuk bermain dengan teman-temanya dan mencari burung dihutan. Si R sering bermain sama teman-temanya di hutan jati, karena di sebelah selatan desa R adalah sebuah hutan jati yang lebat. Hal itu berlangsung setiap harinya hampir dalam 3 tahun, karena si R sekarang sudah beranjak di kelas 6 SD dan MI. 

    Di kelas 6 hari-hari si R berjalan seperti biasa sampai akhirnya tiba waktu sebelum ujian kelulusan, si R dan teman-temanya yang bersekolah SD dan MI bingung untuk memilih tempat ujian nasional, karena hanya boleh memilih di salah satu tempat. Dan akhirnya si R dan teman-temanya memilih untuk mengikuti ujian nasional di SD, karena di SD merupakan sekolah negri dan penyelenggaraan ujianya dilaksanakan di SD itu, tetapi jika di MI, ujianya dilaksanakan di desa sebelah. Karena itu si R dan teman-temanya tidak ada yang mengikuti ujian nasional di MI, mereka hanya mengikuti ujian sekolah di MI. Tetapi meskipun begitu, guru-guru si R dan teman-temanya begitu tabah, mereka selalu mengajar dengan kasih sayang. Dan si R melaksanakan ujian dan dinyatakan lulus dari SD dan MI. Setelah diketahui si R lulus, dia bingung mau melanjutkan kemana, karena si R tidak tau sama sekali sekolah menengah yang ada di sekitar desa, sampai akhirnya si R ingin melanjutkan ke SMP swasta di desa sebelah, tapi guru si R tidak memperbolehkan karena si R mempunyai IQ yang lumayan. Dan si Guru menyarankan si R untuk sekolah di SMP Negeri yang jaraknya lebih jauh dari sekolah swasta tadi, dan si R menuruti kata dari gurunya. Dan orang tua si R juga mengikuti saran dari gurunya si R. ehm.,.sampai disni dulu za.,untuk kisah si R di SMP dilanjutkan lagi lain waktu... terima kasih... Bersambung . . .

No comments:

Post a Comment